Wednesday, March 11, 2009

Palestina, Out of Date?

Ahad kemarin (8/3) sedianya saya dan beberapa teman hadir di acara nikah temen Elektro'03. Tapi karena satu dan lain hal, saya harus ke Cianjur. (Maaf ya Deden, saya ga bisa hadir waktu itu, mudah-mudahan pernikahannya barakah, amiin).

> Terus, ada apa di Cianjur?

Ada acara tabligh akbar: Solidaritas untuk Palestina. Yang mengadakan adalah yayasan An-Naba mengundang tamu dari KOMAT (Komite Ummat untuk Palestina), dan wakil dari MUI yaitu KH Kholid Ridwan. Akan tetapi Pak Ridwan berhalangan hadir karena harus menghadiri acara bersama Pak SBY, sehingga beliau hanya menyampaikan pesan kepada peserta tabligh lewat telepon lansung.

> Loh, kok? Bukannya sudah selesai ya, agresi militer Israel?

Eits, siapa bilang urusan Palestina sudah selesai? Bahkan pasca gencatan senjata, Palestina masih merangkak berusaha bangkit kembali menata negerinya. Dan, bahkan, Israel tidak akan berhenti sampai disitu, karena dalam pakta Zionis justru mereka ingin mendirikan negara Israel raya sampai jazirah Arab. Jadi, urusannya belum selesai sahabatku. Bahkan kita tidak boleh dinina bobokkan hanya karena pemberitaan media sudah selesai, seakan-akan kita hanya peduli ketika media memberitakannya. Tidak!

Yaa syabaab. Pemuda Muslim. Tidakkan kita ingat ketika terjadi agresi militer Israel yang memakan korban terbesar sepanjang sejarah penjajahan Israel di tanah Palestina itu? Kita yang disini hanya bisa melihatnya dengan miris, geregetan, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kita, ummat Islam dunia, yang hampir 1,5 milyar jumlahnya, yang kalau dihitung 30 % adalah pemuda, maka 500 juta pemuda Muslim dunia, hanya bisa melihat saudara-saudara kita dikepung seakan-akan mereka ingin memperlihatkan kepada kita akan ketidak berdayaan kita. Dan cap itu sekarang masih terpatri di jidat kita masing-masing akhi.

Apa yang bisa kita kontrobusikan kepada saudara kita, dimana jika mereka sakit, kita merasa sakit pula? Do'a dan bantuan pendanaan. Itu yang insya Allah dipesankan dalam tablligh akbar kemarin.

Disamping itu ada bantuan lain yang tidak langsung seperti menyiapkan diri sendiri dan ummat Muslim pada umumnya untuk kembali menguatkan iman, senjata terampuh ummat Muslim. Sebagaimana komentar seorang Yahudi ketika melihat rahib mereka merobek-robek Al-Qur'an dan menginjak-injaknya, "Islam tidak akan bisa dikalahkan dengan cara itu, karena setiap kali kamu merobeknya, mereka akan mencetak Al-Qur'an lebih banyak lagi. Mereka hanya bisa dilakalahkan ketika jumlah jamaah Shubuh tidak sebanyak jamaah shalat Jum'at lagi."

Yuk, mari kita ramaikan kembali shalat shubuh berjamaah. Yaa Allah mudahkanlah. (ya2n)

NB:
KOMAT mengadakan program 100.000 pendukung Palestina. Mereka akan didata dan dimintai persetujuannya untuk ikut berpartisipai mendukung perjuangan Palestina termasuk dalam hal dana. Kalau 1 bulan setiap orang mengirimkan 5000 rupiah, maka dalam 1 bulan akan terkumpul 500juta rupiah yang bisa kita kontribusikan pada saudara-saudara kita di Palestina.
KOMAT berpusat di Makassar dan dibentuk oleh berbagai ormas Islam dan MUI.
website KOMAT: http://komatpalestina.org/

No comments:

Post a Comment