Sunday, November 11, 2007

Dunia Dalam Kata..

Dunia Kata adalah dunia kita berada. Setiap detik manusia tidak dapat terlepas darinya. Secara sadar maupun tidak, perilaku kita telah dipengaruhi oleh kata-kata. Kata bisa menyihir, mengubah, bahkan menggerakkan.

"Kita bisa terperangah bahwa ide sederhana yang kita sampaikan lewat tulisan, bisa menjadi trend-setter yang berpengaruh. Pencetus tren yang luar biasa! Permen karet Hilman "Lupus" adalah salah satu contoh sederhana bagaimana tulisan bisa menyihir remaja untuk berlomba-lomba belajar menggelembungkan permen karet di mulut mereka."*

Buku disamping ini adalah satu dari sekian banyak buku tips bagi para pemula untuk memulai menulis. Saya menemukan ada sesatu yang menarik yang membedakan buku ini dari buku-buku lainnya. Fauzil Adhim mencoba memulai bukunya dengan satu esensi penting ketika seseorang ingin memulai menulis: jiwa. Bahwa menulis bukan sekedar "menulis", bukan sekedar menggoreskan tinta-tinta menjadi rentetan kata-kata tak bermakna. Ada sesuatu yang harus diusung, ada jiwa yang harus terlibat. Pada bagian awal setidaknya itulah yang ingin ditekankan olehnya.

Pada bagian-bagian selanjutnya, Fauzil Adhim mencoba memberikan tips-tips bagaimana menulis dengan baik, dimulai dengan "Langkah Tepat Menjadi Penuilis Hebat", lalu "Memberi Makna Pada kata", dan terakhir "Estetika Tanpa Logika". Didalamnya, kita bisa menemukan ruang-ruang dimana kita bisa mengembangkan kreativitas untuk menciptakan karya-karya tulis yang jitu.

Tanpa melihat siapa penerbitnya, saya menilai buku ini adalah buku yang pantas untuk dibaca. Dengan gaya bahasa yang asyik, Fauzil Adhim mencoba memberikan cara yang lain dalam menyuguhkan bahasan mengenai tulisan. Selain memuat tips-tips menulis, buku ini juga menyertakan sispan-sisipan menarik yang akan menambah asyik untuk dibaca.

Selain itu, dilengkapi juga dengan contoh-contoh tulisan nyata, sehingga pembahasannya lebih dalam. Sebut saja ketika memberikan ulasan mengenai "picture writing", dia memberikan contoh nyata bagaimana tulisan mampu menggambarkan perasaan, seperti contoh berikut.

"Ia katupkan rapat-rapat agar tidak ada air mata yang jatuh. Sekuat tenaga ia gigit bibirnya, enahan tangis agar tidak meladak. Meski, tetap saja suara sesenggukan itu terdengar. Ia terisak-isak. Ada air mata tertahan di pelupuknya."*

Sebagai pengantar sekaligus penutup: buku ini akan memberikan pengetahuan baru bagi Anda terutama para pemula. Selamat menikmati. (ya2n)

*kalimat-kaliam dalam kutipan ("") diambil dari buku "Dunia Kata" karya Fauzil Adhim, karena tidak ada tulisan dilarang mengkutip, saya asumsikan buku ini boleh dikutip =D

2 comments:

maswahyu said...

Mmm... kapan2 perlu minjem bukunya nih... :)

yayan said...

Iya boleh, ntar tukeran ama bukukmu yang tentang nikah tu lho.. hehehe.. kan pengarangnya sama2 Fauzil Adhim to?? =D

Post a Comment