Monday, December 15, 2008

Man behind crisis

Pernahkah Anda berpikir bahwa praktisi (engineer) dan ilmuwan (scientist) berperan besar dalam krisis dunia? Bukankan tujuan ilmuwan menemukan teori dan praktisi menerapkannya adalah untuk kemajuan dan kesejahteraan umat manusia?

Ada anekdot berkata, "Kalau politisi yang penting benar, kalau ilmuwan yang penting jujur". Artinya, kalau politisi menyelesaikan masalah dengan segala cara, tidak jujur sekalipun, asal selsesai dan dianggap benar, ilmuwan beda lagi, berusaha untuk menyelesaikannya dengan cara ilmiah, walaupun dirinya akan dianggap bersalah.

Teorinya begitu, nyatanya tidak. Karena ilmuwan juga manusia yang punya tendensi dan kepentingan. Seperti apa yang dilakukan para ekonom dunia, kalau nggak mau disebut mafia dunia. Menciptakan alat mengerikan yang dapat memberikan keputusan ekonomi dengan memprediksi keuntungan dan kerugian. Teori dan perhitungan matematis dibuat oleh scientist seperti matematikawan, implementasi dibuat oleh engineer elektronika dengan membuat super computer. Berikut artikelnya.

http://www.nytimes.com/2008/10/12/opinion/12dooling.html?_r=2&em=&oref=slogin&pagewanted=all&oref=slogin

“BEWARE of geeks bearing formulas.” So saith Warren Buffett, the Wizard of Omaha. Words to bear in mind as we bail out banks and buy up mortgages and tweak interest rates and nothing, nothing seems to make any difference on Wall Street or Main Street. Years ago, Mr. Buffett called derivatives “weapons of financial mass destruction” — an apt metaphor considering that the Manhattan Project’s math and physics geeks bearing formulas brought us the original weapon of mass destruction, at Trinity in New Mexico on July 16, 1945.

No comments:

Post a Comment