Malam itu (28/03) saya mendapat SMS dari teman yang udah lama nggak SMS-an. Isinya:
1 DARK NITE FOR A BRIGHTER FUTURE. Tepat malam ini jam 20.20-21.30 WIB mari bersama2 mematikan lampu sbagai komitmen bersama oenduduk dunia. STOP GLOBAL WARMING.
Iklan 'semacam' itu juga sempat sekilas saya lihat di televisi. Hari ini adalah hari tanpa lampu! Peduli? Peduli nggak ada salahnya. Jadi malam itu kos kami pun tiba-tiba gelap gulita. Sebenarnya bukan saya yang mencoba inisiatif, tapi Mas Yarka. Semua langsung dimatiin, kecuali komputer, hehe. Gelap.
Lalu, kulihat keluar... Ternyata... Terang benderang. Yah, nggak ngaruh deh, kalau dilihat dari satelit pun, nggak ada bedanya kalau cuma satu rumah yang matiin lampu, kelihatannya ya terang-terang aja. Emang alau matiin lampu semua ngaruh-nya apa? Nggak tahu juga ya, yang jelas, kalau seluruh Indonesia matiin lampu, PLN jadi tambah hemat. 'Tul nggak?
Yang lebih menarik perhatian saya adalah SMS teman saya tadi, "1 DARK NITE FOR A BRIGHTER FUTURE".
Pertama, bisa segitunya ya membuat seluruh dunia menyambut seruan mereka. Dari manakah asalnya? Siapa yang mencanangkannya? Organisasi apa? (Duh, kok tiba-tiba saling berkelebat di kepalaku masalah propaganda, konspirasi, globalisasi, waduh-waduh sudah kebablasan, nggak deh).
Lanjut saja.
Kedua, apa yang ada dibalik itu? Sekarang, dunia sedang gencar promosiin
Green Environment termasuk hemat energi. Lebih jauh lagi:
Global Warming. Emang apa hubungannya
green environment sama
global warming? Ya sama-sama membahas
issue lingkungan hidup. Anda setuju dengan
issue ini? Saya antara setuju dan tidak. Masih banyak perdebatan. Yang belum banyak tahu ambil posisi tengah aja, hhehe =D.
Penah lihat film dokumenter "
Global Warning Swindler"? Disana diceritakan bagaimana sebenarnya masalah
global warming adalah hal yang wajar, bukan disebabkan pencemaran industri yang ada sekarang. Gembar-gembor tentang masalah yang timbul karena
global warming ini hanya dijadikan sebagai bahan membuat industry baru. Lihatlah bagaimana di kemudian hari muncul produk-produk berlabel
green technology.
It's just a businness matter. Entahlah.
Kalau penghematan? Jelas saya sangat setuju. Kita sebagai manusia harus berhemat. Bahkan itu diajarkan dalam Islam. Kalau kemudian muncul produk-produk berlabel "hemat energi", uouo.. setuju sekali. Apalagi kalau "Low-Power Wireless Chip", ehehe. Yang jelas, apapun yang ada dibalik semua itu, entah
business matter atau
pure for human being;
for a better life, silakan saja, saya nggak mau ikut debat =p. Lanjut saja.
Ketiga, bagi saya, jargon-jargon penghematan ini seharusnya bukan hanya sekedar
event sehari saja. Bayangkan, kalau kita terlalu terbiasa dengan slogan "1 hari saja" yang
euforistis (halah istilah baru). Matiin lampu cukup sehari saja, habis itu mau boros juga nggak apa-apa. Kasih sayang cukup sehari saja, habis itu nggak kasih sayang juga nggak papa. Habis itu dilupakan.
Hello..? Kita penghematan
mah setiap hari, kasih sayang
mah setiap hari. Jangan lah terlalu
euforia dengan event-event yang cuma sehari saja, apalagi semalam.
Satu kalimat untuk menutup postingan ini: For a 'Brighter' future? Kok cuma semalam!? (ya2n)